METODELOGI RISET DALAM PERSPEKTIF IBNU MASARRAH (269-319 H/ 889-931)

Authors

  • Dewi Indrawati STAI Fatahillah Serpong Tangerang Selatan
  • Lamya Hayatina STAI Fatahillah Serpong Tangerang Selatan

DOI:

https://doi.org/10.53976/jmi.v10i2.246

Keywords:

Metodologi, Riset, Ibnu Masarrah

Abstract

Penelitian ini mengangkat tentang metodologi riset dalam perspektif Ibnu Masarrah. Riset atau disebut juga dengan penelitian seperti sekarang ini sebenarnya telah dikenalkan ileh Ibnu Masarrah, walaupun masih dalam bentuk yang sangat sedrhana. Ibnu Masarrah menyebutnya dalam istilah ‘tadabbur” (mengambil pelajaran dari jagad raya ini), menurut Ibnu Masarrah, dengan penelitian manusia dapat mencapai kebenaran yang hakiki (Tuhan). Metedologi riset yang telah dikembangakan oleh Ibnu Masarrah telah memberikan reaksi yang positif karena memacu umat islam untuk menggunakan daya yang dimilikinya. Yaitu akal dan panca indera, dikuatkan pula oleh wahyu (agama) untuk meniliti jagad alam ini.

Metedologi riset yang dikenalkan oleh Ibnu Masarrah melalui tiga cara yaitu: akal, panca indera, dan dikuatkan dengan wahyu (agama). Tetapi Metedologi Riset yang tanpa dibarengi oleh agama (wahyu), akan merusak akal pikiran manusia dan akan membuat manusia menjadi sombong (takabbur). Oleh karena itu, Metedologi Riset yang baik adalah yang didasari oleh landasan agama, sehingga ketika mengadakan penelitian akan mempertimbangkan banyak hal terutama untuk kemaslahatan umat manusia di dunia ini, dan juga mempertimbangkan baik-buruk, serta untung ruginya bagi kelanjutan hidup manusia dan makhluk Allah lainnya

References

‘Iwadhah, A.-S. K. M. (1993). Ibnu Masarrah: Filosof dan zahid. Beirut: Dar Al-Ulum.

Ami, H. A. (2008). 100 Tohoh da;am Sejarah Islam. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Arifin, M. (1991). Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.

Ira M, L. (2000). Sejarah Sosial Umat Islam, Bagian ke 1 dan 2. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada.

Kartodirdjo, S. (1990). Kebudayaan Pembangunan dalam Perspektif Sejarah. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Langgulung, H. (1980). Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam. Bandung: al-Maarif.

Muhmidayeli. (2011). Filsafat Pendidikan Islam. Bandung: Rafika Aditama.

Nasional, D. P. (2002). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Nasr, S. H., & Leaman, O. (1986). Histori Of Islamic Piloshophy. New York: Routledge.

Nasution, H. (1987). M. Abduh dan teologi rasional Mu’tazilah. Jakarta: UI- Press.

Nasution, H. (1995). Islam Rasional: Gagasan dan Pemikiran. Bandung: Mizan.

Nasution, S. (2000). Didaktik Azaz-Azaz Mengajar. Bandung: Bumi Aksara.

Sarnoto, A. Z. (2011). Aktualisasi Pemikiran Pendidikan Akhlak Ibnu Maskawaih Dalam Pendidikan. Statement | Jurnal Media Informasi Sosial Dan Pendidikan, 1(1), 72–82. https://jurnal.pmpp.or.id/index.php/statement/article/view/5

Sarnoto, A. Z. (2015). Pemikiran Filosofis Manajemen Pendidikan Islam. Statement | Jurnal Media Informasi Sosial Dan Pendidikan, 5(2), 40–53.

Sarnoto, A. Z. (2017). Sumber Daya Manusia Dalam Pendidikan Islam. Madani Institutte: Jurnal Politik, Hukum, Pendidikan, Sosial Dan Budaya, 6(2), 1–10. https://jurnalmadani.or.id/index.php/madaniinstitute/article/view/45

Sarnoto, A. Z., & Hayatina, L. (2021). Polarization of the Muslim Community Towards Government Policies in Overcoming the COVID- 19 Pandemic in Indonesia. Linguistics and Culture Review, 5(July), 642–652. https://doi.org/https://doi.org/10.37028/lingcure.v5nS1.1449

Shihab, M. Q. (1997). Wawasan al-Qur’an: Tafsir Tematik atas Pelbagai Persoalan. Bandung: Mizan.

Zed, M. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Published

2021-10-14

How to Cite

Dewi Indrawati, & Lamya Hayatina. (2021). METODELOGI RISET DALAM PERSPEKTIF IBNU MASARRAH (269-319 H/ 889-931). Madani Institute : Jurnal Politik, Hukum, Ekonomi, Pendidikan Dan Sosial-Budaya, 10(2), 71-82. https://doi.org/10.53976/jmi.v10i2.246